HECRAS untuk analisis scour atau erosi dasar sungai


HECRAS dapat menganalisis scour misalnya untuk hitung gerusan pada pier, abutment jembatan  atau analisi erosi dasar saluran.

untuk analisis dasar saluran dapat di download

Simulasi sedimen dasar saluran dengan HECRAS

sedangkan untuk scour pilar jembatan

saya ambil dari penulisan Prof.dr. Istiarto (dosen UGM)

HEC-RAS: Bridge Scour

Salah satu pengunjung website saya beberapa hari yang lalu menanyakan tentang contoh (cara memperkirakan) bridge scour, atau gerusan lokal di sekitar pilar dan pangkal jembatan. Tentu saja, HEC-RAS menyediakannya. Paparan mengenai contoh aplikasi HEC-RAS untuk menghitung bridge scour ada di HEC-RAS Applications Guide, Chapter 11. Petunjuk cara pemakaian fitur ada di HEC-RAS User’s Manual, Chapter 12. Penjelasan mengenai metode hitungan dan persamaan-persamaan bridge scour ada di HEC-RAS Hydraulic Reference Manual, Chapter 10.

Untuk menambah bahan bacaan, di sini saya berikan satu contoh hitungan bridge scour. Saya mengacu pada contoh jembatan yang ada di modul HEC-RAS Lanjut: Junction and Inline Structures, Sub-bab 3.1. Di dalam modul tersebut (versi saat ini), contoh bridge scour belum ada. Saya berasumsi pembaca telah pernah membaca Sub-bab 3.1 tersebut dan telah mencoba mempraktekkan simulasi aliran melalui jembatan. Di sini, saya tidak membahas persamaan-persamaan untuk menghitung kedalaman bridge scour.

Simulasi Aliran

Langkah awal dalam menghitung kedalaman bridge scour adalah melakukan analisis aliran (simulasi aliran) untuk menghitung parameter hidraulika aliran yang melewati jembatan. Mengingat kedalaman bridge scour ditujukan untuk memperkirakan kedalaman scour maximum yang berpotensi terjadi di sekitar jembatan, umumnya dalam tahap desain jembatan, maka cukup dibutuhkan parameter aliran pada debit desain. Dengan demikian, cukup dilakukan steady flow analysis; tidak perlu melakukan unsteady flow anaylsis. Sepanjang pengetahuan saya, Indonesia belum memiliki acuan mengenai debit desain untuk keperluan perkiraan kedalaman bridge scour (mungkin saya salah, please comment). Kalau mengikuti acuan di Amerika Serikat, kedalaman bridge scour dihitung pada debit desain Q100. Kontrol kemudian dilakukan terhadap kedalaman fondasi vis a vis kedalaman bridge scour pada debit Q500.

Pada contoh ini, kedalaman bridge scour dihitung dengan debit 500 m3/s di S. Tirtaraya reach Hulu dan 110 m3/s di S. Tirtagiri reach Gunung.

Simulation Plan

Buat simulation plan baru untuk keperluan hitungan kedalaman bridge sccour ini.

  1. Aktifkan layar Steady Flow Analysis. Pilih “Jembatan” pada pilihan Geometry File.
  2. Aktifkan layar editor Steady Flow Data. Masukkan data debit pada setiap batas hulu reach seperti tampak pada Gambar 1. Simpan file data aliran permanen (steady flow data) yang baru dibuat ini ke dalam file dengan judul “Gerusan lokal di pilar jembatan”.
  3. Definisikan syarat batas hilir di setiap reach dengan mengklik tombol Reach Boundary Conditions… yang ada pada layar editor Steady Flow Data. Pilih Rating Curve sebagai batas hilir S. Tirtaraya reach Hilir dan S. Tirtabaru reach Kanal Banjir. Masukkan angka-angka koordinat rating curve seperti tampak pada Gambar 2.
  4. Kembali ke layar Steady Flow Analysis dan tambahkan kalimat seperlunya di bagian Plan Description. Simpan file Plan dengan judul “Gerusan lokal di sekitar pilar jembatan” dan ShortID “BridgeScour” (lihat Gambar 3).

image

Gambar 1: Syarat batas debit aliran di batas hulu setiap reach

image

image  image

Gambar 2: Syarat batas rating curve di batas hilir S. Tirtaraya reach Hilir dan S. Tirtabaru reach Kanal Banjir

image

Gambar 3: Layar Steady Flow Analysis pada simulasi bridge scour

Flow Optimization

Syarat batas debit di hulu reach Tirtaraya Hilir adalah 366 m3/s dan di Kanal Banjir adalah 244 m3/s. Angka ini adalah perkiraan, mengingat distribusi debit di Junction Gelang tidak diketahui. Ini berbeda dengan debit di batas hulu Tirtaraya Tengah karena Junction Tanggi merupakan pertemuan (confluence) dua anak sungai. Debit di Tirtaraya Tengah merupakan jumlah debit dari Tirtaraya Hulu dan Tirtagiri Gunung. Junction Gelang merupakan percabangan (bifurcation). Di Junction Gelang, aliran dari Tirtaraya Tengah sebagian mengalir ke Tirtaraya Hilir dan sebagian yang lain mengalir ke Tirtabaru Kanal Banjir. HEC-RAS menyediakan opsi Flow Optimizations untuk menghitung distribusi debit di tempat seperti Junction Gelang tersebut.

Pada layar Steady Flow Analysis, pilih menu Options | Flow Optimizations … dan klik pada Junction Gelang seperti tampak pada Gambar 4.

Dengan pengaktifan opsi ini, maka HEC-RAS akan melakukan hitungan debit di Junction Gelang secara iteratif. HEC-RAS akan menghitung distribusi debit ke Tirtaraya Hilir dan Tirtabaru Kanal Banjir sedemikian hingga tinggi energi tepat di hilir junction, yang diperoleh dari Tirtaraya Hilir dan Tirtabaru Kanal Banjir, akan sama atau selisih keduanya lebih kecil daripada nilai toleransi (default 0.02 ft).

image

Gambar 4: Opsi flow optimization dalam hitungan debit di Juntion Gelang

Flow Distribution

Salah satu langkah penting yang harus dilakukan dalam simulasi aliran untuk menghitung kedalaman bridge scour adalah pengaktifan opsi Flow Distribution Location. Bridge scour analysis memerlukan informasi distribusi aliran di 3 tampang lintang (cross section), yaitu di tampang lintang jembatan, tampang lintang persis di hulu jembatan, dan tampang lintang di approach flow. Di Bab 3 ketiga tampang lintang ini dinamai cross section jembatan, cross section nomor 3, dan cross section nomor 4. Agar HEC-RAS menghitung distribusi aliran di suatu tampang, maka tampang lintang tersebut dibagi menjadi beberapa pias.

Pada layar Steady Flow Analysis, pilih menu Options | Flow Distribution Locations … Pilih River Sungai Tirtaraya, Reach Hulu. Pilih Upstream RS 5920 dan Downstream RS 5875 (lihat Gambar 5). Pilihan ini akan menetapkan cross section nomor 5920, 5905, 5900, 5890, dan 5875 sebagai tampang lintang yang akan dihitung distribusi alirannya. HEC-RAS sebenarnya hanya memerlukan distribusi aliran di cross section 5920, 5905, dan 5900, namun tidak ada salahnya untuk melakukannya pula pada tampang lintang di hilir jembatan, yaitu cross section 5890 dan 5875. Bahkan, dapat pula dilakukan pada semua cross section. Gambar 5 menunjukkan cross section 5890 sampai 5875 dibagi menjadi 31 pias, yaitu masing-masing 7 pias di left dan right overbank, serta 17 pias di main channel. Klik tombol Set Selected Range untuk mengeksekusi pembagian cross section tersebut. Apabila ingin mengubah jumlah pias, jangan lupa untuk mengklik tombol Clear All sebelum melakukan perubahan.

Jumlah pias (SubSections) di left overbank, main channel, right overbank ditentukan dengan memperhatikan bentuk tampang lintang dan pola aliran di sungai tersebut. Jumlah pias maximum dalam satu cross section adalah 45. Satu langkah yang baik dalam melakukan hitungan bridge scour adalah dengan melakukan semacam sensitivity analysis jumlah pembagian pias. Yang dicari adalah jumlah pias sedemikian hingga kedalaman bridge scour tidak berubah terhadap perubahan jumlah pias.

image

Gambar 5: Jumlah pias untuk hitungan distribusi aliran di cross section sekitar jembatan

Flow Computation

Setelah opsi Flow Distribution Location diaktifkan dan jumlah pias di cross section sekitar jembatan ditetapkan, lakukan hitungan aliran dengan mengklik tombol Compute. Jangan lupa untuk menyimpan file Plan terlebih dulu melalui menu File | Save Plan. Setelah hitungan aliran selesai, baru hitungan kedalaman bridge scour dapat dilakukan.

Kedalaman Bridge Scour

Hitungan kedalaman bridge scour dilakukan melalui menu Run | Hydraulic Design Functions … atau dengan mengklik papan tombol ke-13 dari kiri pada layar utama HEC-RAS. Apabila layar belum menunjukkan Hydraulic Design | Bridge Scour, pilih menu Type | Bridge Scour ….

Pada layar Bridge Scour, pilih River Sungai Tirtaraya dan Reach Hulu. Layar seharusnya sudah menunjukkan Profile PF 1 dan River Sta. 5900 BR. Apabila belum, atur hingga menunjukkan Profile PF 1 dan River Sta. 5900 BR.

HEC-RAS menyediakan 3 pilihan hitungan scour, yaitu Contraction, Pier, dan Abutment.

Contraction Scour

Data yang dibutuhkan untuk menghitung contraction scour hampir semua telah secara automatis diambil sendiri oleh HEC-RAS dari output hasil hitungan aliran di 3 cross section, yaitu di jembatan, di hulu jembatan, dan di approach flow. Data yang diinputkan oleh pengguna adalah d50 dalam satuan milimeter dan koefisien K1 (lihat Gambar 6).

image

Gambar 6: Layar editor data hitungan contraction scour

Dalam contoh ini, diameter sedimen d50 adalah 2.1 mm, baik di left overbank, main channel, maupun right overbank. Nilai K1 dihitung oleh HEC-RAS berdasarkan nilai temperatur air yang diinputkan oleh pengguna. Klik tombol K1 … dan tuliskan 26 pada isian data Water Temp (C). HEC-RAS menghitung K1 bernilai 0.640.

HEC-RAS menghitung contraction scour dengan persamaan Laursen versi clear-water scour atau Laursen versi live-bed scour. Pengguna dapat memilih salah satu dari kedua versi persamaan tersebut, namun sebaiknya pilihan diserahkan kepada HEC-RAS. Biarkan pilihan Equation pada posisi Default.

Contraction scour dapat dihitung dengan mengklik tombol Compute sekarang atau setelah penginputan data untuk hitungan pier scour dan abutment scour selesai dilakukan. Saat tombol Compute diklik, HEC-RAS melakukan hitungan contraction, pier, dan abutment scour. Oleh karena itu, di sini input data untuk ketiga hitungan scour akan diselesaikan lebih dulu, baru dilakukan hitungannya.

Pier Scour

HEC-RAS menghitung pier scour dengan persamaan CSU (California State University) atau Froehlich. Dalam contoh ini, pier scour dihitung dengan persamaan CSU (lihat Gambar 7).

image

Gambar 7: Layar editor data hitungan pier scour

Data yang diinputkan oleh pengguna ada 4 jenis, yaitu bentuk pilar, sudut datang aliran menuju ke pilar (Angle), bentuk dasar sungai (K3), dan diameter sedimen (D95).

Bentuk pilar (Shape) adalah round nose. Sudut datang aliran menuju pilar (Angle) 0, bentuk dasar sungai adalah plane bed and antidune, dan diameter sedimen d95 adalah 56.7 mm.

Abutment Scour

HEC-RAS menghitung abutment scour di pangkal jembatan kiri dan kanan secara terpisah. HEC-RAS memakai persamaan HIRE atau Froehlich untuk menghitung abutment scour. Pengguna dapat memilih persamaan yang dipakai untuk menghitung abutment scour atau menyerahkan pemilihannya kepada HEC-RAS dengan menginputkan Default pada isian Equation (lihat Gambar 8).

image

Gambar 8: Layar editor data hitungan abutment scour

Pengguna memasukkan data jenis pangkal jembatan dengan memilih salah satu dari 3 jenis, yaitu vertical abutment, vertical abutment with wing walls, atau spill-through abutment. Selain itu, pengguna memasukkan sudut pangkal jembatan terhadap arah aliran sebagai data Skew dalam satuan derajat. Skew 90 jika pangkal jembatan menjorok ke dalam sungai tegak lurus arah aliran, < 90 apabila pangkal jembatan menjorok miring ke arah hilir, dan > 90 apabila pangkal jembatan menjorok miring ke arah hulu.Total Bridge Scour.

Total Bridge Scour

Setelah semua data contraction, pier, dan abutment diinputkan, hitungan kedalaman scour di masing-masing bagian (contraction scour, scour di setiap pier, dan scour di kiri dan kanan abutment) dilakukan dengan mengklik tombol Compute.

Kedalaman scour adalah kombinasi dari setiap bagian.

  1. Kedalaman scour akibat penyempitan alur (contraction scour) ditambah kedalaman scour di setiap pilar (pier scour).
  2. Kedalaman scour akibat penyempitan alur (contraction scour) ditambah dengan kedalaman scour di setiap pangkal jembatan (pangkal jembatan kiri dan pangkal jembatan kanan).

Hasil hitungan bridge scour disajikan dalam bentuk grafis (Gambar 9) dan resume atau ringkasan (Gambar 10).

image

Gambar 9: Presentasi grafis hasil hitungan bridge scour

image

Gambar 10: Resume hasil hitungan bridge scour

Tabel di bawah ini merangkum hasil hitungan bridge scour di atas.

Tabel 1: Estimasi kedalaman bridge scour

Scour (m) Abutment kiri Pilar #1 Pilar #2 Abutment kanan
Contraction 0.30 0.18 0.18 0.30
Abutment/pier 2.60 1.35 1.35 2.60
Total 2.90 1.53 1.53 2.90

Hasil hitungan pada contoh di sini menunjukkan kedalaman scour di semua pier sama. Hal ini disebabkan paramater aliran di setiap pier, yang diperoleh dari distribusi aliran (Flow Distribution Location) di setiap pilar adalah sama. Kedalaman scour di setiap pier tidak selalu sama, bergantung pada parameter aliran di setiap pier. Itulah sebabnya, opsi Flow Distribution Location pada simulasi steady flow analysis harus diaktfikan untuk menghitung parameter aliran di setiap pias.

Demikian pula, hasil hitungan pada contoh di sini menunjukkan kedalaman scour di pangkal jembatan kiri dan kanan adalah sama. Ini disebabkan geometri pangkal jembatan kiri dan kanan (data abutment) adalah sama dan, kebetulan, parameter aliran di pias pangkal jembatan kiri dan kanan juga sama. Inilah satu alasan lagi untuk mengaktifkan opsi Flow Distribution Location pada simulasi steady flow analysis.

Input Data

HEC-RAS memilih sendiri sebagian besar data yang diperlukan untuk menghitung bridge scour. HEC-RAS mengambil data geometri dari input yang pengguna masukkan pada definisi jembatan, yaitu data jembatan yang diinputkan pada layar editor geometric data. Untuk data parameter aliran, HEC-RAS mengambilnya dari output hasil hitungan (hasil run). Dalam hal ini, HEC-RAS mengambil data aliran di pias terdekat dengan posisi pilar atau pangkal jembatan. Oleh karena itu, pengguna perlu melakukan pencermatan terhadap jumlah pembagian pias pada opsi Flow Distribution Location. Lakukan sejumlah run dengan berbagai jumlah pias. Pilihlah jumlah pias sedemikian hingga jumlah pias tidak berpengaruh lagi terhadap hasil hitungan kedalaman bridge scour.

Namun demikian, apabila dikehendaki, penguna dapat pula mengubah nilai-nilai default setiap data yang telah ditetapkan oleh HEC-RAS. Setiap nilai data yang ditampilkan dengan warna font hijau pada layar editor Hydraulic Design – Bridge Scour (Gambar 6, 7, dan 8 ) dapat diubah oleh pengguna. Untuk melakukan ini, pengguna perlu mengenal setiap butir data. Silakan mempelajari arti setiap data tersebut di HEC-RAS User’s Manual, Chapter 12

| Tinggalkan komentar

LAPORAN HITUNGAN STRUKTUR RUMAH /IMB\ BY SAP2000


laporan-perhitungan-sruktur sap2000

 

analisis struktur dengan etabs

 

 

 

Dipublikasi di Analisis dgn SoftWare | Tinggalkan komentar

Optimasi BAR Cutting


Pabrikasi tulangan baik balok, kolom maupun plat beton pada gedung bertingkat dikerjakan pada los pekerjaan pembesian. Alat yang digunakan bila dengan mesin adalah :
a. Bar bender → alat yang digunakan untuk pembengkokkan besi tulangan.
b. Bar cutter → alat yang digunakan untuk pemotongan besi tulangan.
c. Tang besi

Metode kerja pabrikasi beton bertulang :

1) Besi tulangan berbagai diameter dipotong sesuai dengan ukuran dalam gambar kerja dengan bar cutter sedangkan pembengkokan tulangan dilakukan dengan menggunakan bar bender.

2) Pemotongan tulangan utama dilakukan sepanjang tinggi kolom pada lantai ditambah dengan panjang penyaluran tulangan untuk pekerjaan penyambungan tulangan, yaitu sebesar 40 D (dimana D adalah diameter tulangan ulir).

3) Panjang pembengkokan tulangan dilakukan sesuai dengan ketentuan bar bender schedule. Untuk sengkang yang dibengkokkan dengan sudut 1350, maka panjang pengaitnya adalah sebesar 6 kali diameter tulangan Secara detail panjang penyaluran , panjang bengkokan dan panjang kait dapat diuraikan dengan sederhana sebagai berikut :

kait00
gambat diatas dibuat dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut ini :

1. Kait Standar

kait01

• Bengkokan 180° ditambah perpanjangan 4db, tapi tidak kurang dari 60 mm, pada ujung bebas kait.
• Bengkokan 135° ditambah perpanjangan 6db, tapi tidak kurang dari 75 mm, pada ujung bebas kait.
• Bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12db pada ujung bebas kait.

2. Kait Pengikat dan Sengkang
Ketentuan untuk  kait pengikat dan sengkang yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

kait02

Batang D-8 sampai D-25 bengkokan 135° ditambah perpanjangan 6ds atau tidak kurang dari 75 mm pada ujung bebas kait..
Batang D-16 dan yang lebih kecil, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 6ds pada ujung bebas kait.
Batang D-19, D-22, dan D-25, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12ds pada ujung bebas kait.

Gambar berikut menjelaskan berapa panjang kait yang diperlukan minimum :

kait06

kait03

3. Diameter Bengkokan Minimum
Diameter untuk bengkokan minimum tulangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

kait04

Diameter bengkokan yang diukur pada bagian dalam batang tulangan tidak boleh kurang dari nilai dalam tabel diatas.

Diameter dalam dari bengkokan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk batang D-16 kebawah.

Untuk batang yang lebih besar daripada D-16, diameter bengkokan harus 19db.

Diameter dalam untuk bengkokan jaring kawat baja las (polos atau ulir) yang digunakan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk kawat ulir yang lebih besar dari D7 dan 2db untuk kawat lainnya.

4. Batasan Spasi Tulangan
Batasan spasi tulangan yang diizinkan adalah sebagai berikut :

kait05

Keterangan :
b1 = Jarak bersih antar tulangan
Syarat =
> 25 mm> 1,25d dari ukuran agregat maksimum
> 1,5d

Jarak bersih antara tulangan sejajar dalam lapis yang sama, tidak boleh kurang dari db ataupun 25 mm.
Bila tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan pada lapis atas harus diletakkan tepat diatas tulangan di bawahnya dengan spasi bersih antar lapisan tidak kurang dari 25 mm.

OPTIMASI PEMOTONGAN TULANGAN

Optimasi pemotongan tulangan bertujuan untuk menekan jumlah sisa besi yang tidk terpakai atau biasa disebut dengan waste ( waes ) .  Waste atau sampah dalam konteks pengendalian biaya material proyek berarti sisa material yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Pada proyek gedung, waste material ini merupakan masalah yang penting. Pelaku konstruksi sering tidak menyadari betapa waste ini telah membuat biaya proyek menjadi tidak terkendali sehingga terjadi pembengkakan biaya / cost overrun. Rata-rata besaran waste yang terjadi jika tidak menggunakan optimasi mencapai 15% sampai 25% dari jumlah besi tulangan yang digunakan.

Untuk itu sangat perlu menghemat dengan cara meng-optimasi tulangan sebelum dipotong. Dalam mengoptimasi bisa digunakan software excell. Metode optimasi banyak caranya slah satu cara adalah dengan memotong bagian tipe tulangan yang terpanjang dulu lalu sisa hasil potongan digunakan untu tipe potongan yg lain sehingga diperoleh sisa seminimal mungkin. Berikut ilustrasi pemotongan jika dimulai dari yang terpanjangg dan juga disajikan jika menggunakan cara dipotong sembarang.

kait10 kait09

nampak jelas yang dipotong berdasar terpanjang akan memberikan effisiensi lebih besar denngan selisih WASTE = 95-81 = 14 % penghematan …….. kalau proyeknya 10 milyar, jumlah besi biasanya berkisar sekitar 30 %  dari total biaya proyek, maka diperoleh penghematan sebesar 14% x 30% x 10 milyar. samadengan 0,45 milyar atau 450 juta rupiah … wowwwooooo..

berikut sofware optimasi excelnya

00Bar BendingV1datar,  hanya untuk diamter yang sama … !!!!!!!

untuk bisa menjalankan ini aktifkan macro exdel-nya

Dipublikasi di Analisis dgn SoftWare | Tinggalkan komentar

SOAL CAT CPNS 2014 ASLI BKN


Berikut adalah soal simulasi CAT cpns dari BKN 2014,

download di  sini dengan password 123

Semoga beruntung

| Tinggalkan komentar

Mahabharat SUBTITLE bahasa Indonesia (267-TAMAT)


Berikut tayanngan Subtile Bahasa Indonesia : :

Dipublikasi di MAHABHARAT | Tinggalkan komentar

Membuka file RAR yang lupa password nya


Kadang seiring berlalunya waktu, kita lupa apa password RAR, dari file yang kita buat

pada masa lalu.

Misalnya kumpulan soal-soal tes CPNS ini CATcpns2014 (yang saya ingat hanyalah mengandung  passwordnya terdiri 5angka)

Padahal file tersebut sangat kita butuhkan saat ini. Nah, jangan kawatir ini

ada solusi untuk mencari password nya yang lupa tersebut. Pencari password berikut hanya berlaku jika passwornya  berupa angka-angka saja, untuk huruf atau bahkan gabungan angka dan huruf tidak bisa dilakuakan dengan program ini.

Untuk membuat program pencari password RAR tersebut lakukan langkah berikut :

1. Pastikan anda mengisntall software RAR, jika belum download yang beta saja di sini

2. Buka NOTEPAD, dan copy paste kalimat berikut ini

@echo off
REM Program ini akan mencari password RAR file ANDA yang lupa
REM password yang dicari dalam program ini hanya password yang semuanya ANGKA
REM untuk password huruf atau gabungan angka-huruf tidak bisa
REM cara copy file berikut ke NOTEPAD, lalu simpan dengan ekstensi.BAT, mis crack.BAT
REM pada pilihan simpan pilih ALL FILE dan abaikan yang lain.
REM cara jalankan buka command prompt — Tekan Windows+R,   lalu ketik CMD
REM Untuk mencoba buat RAR dengan password 123, lalu cobalah,..Semoga SUKSES,
REM Untuk mulai dengan 5-angka gantilah SET PSWD=0 menjadi SET PSWD=00000

REM ====================================================================
REM darmadi18.wordpress.com
REM Ingat file RAR yg akan di crack harus satu folder dgn file BAT ini
REM ====================================================================

title Rar Password Cracker
mode con: cols=47 lines=20
copy “C:\Program Files\WinRAR\Unrar.exe”

SET DEST=%TEMP%\%RANDOM%
MD %DEST%
:RAR
cls
echo ———————————————-
echo GET DETAIL
echo ———————————————-
echo.

SET/P “NAME=Enter File Name (bajak.rar??) “
IF “%NAME%”==”” goto NERROR
goto GPATH
:NERROR
echo ———————————————-
echo ERROR
echo ———————————————-
echo Sorry you can’t leave it blank.
pause
goto RAR

:GPATH
SET/P “PATH=Enter Full Path (d:\rarfile\data\ ??)”
IF “%PATH%”==”” goto PERROR
goto NEXT
:PERROR
echo ———————————————-
echo ERROR
echo ———————————————-
echo Sorry you can’t leave it blank.
pause
goto RAR
:NEXT

IF EXIST “%PATH%\%NAME%” GOTO pass
goto PATH
:PATH
cls
echo ———————————————-
echo ERROR
echo ———————————————-
echo Opppss File does not Exist..
pause
goto RAR

:pass
SET/P “angka=Dimulai berapa 4 angka (ketik 1000): “
IF “%angka%”==”” goto start

REM ============================================================
SET PSWD=%angka%
REM ============================================================

:START

SET /A PSWD=%PSWD%+1

ECHO =%PSWD%

UNRAR E -INUL -P%PSWD% “%PATH%\%NAME%” “%DEST%”
IF /I %ERRORLEVEL% EQU 0 GOTO FINISH
GOTO START
:FINISH
cls
echo ———————————————-
echo CRACKED
echo ———————————————-
echo.
echo PASSWORD DITEMUKAN MAS/MBAK!
echo FILE = %NAME%
echo CRACKED PASSWORD = %PSWD%
echo —TERIMA KASIHKU PADA DARMADI18.WORDPRESS.COM
echo –tekan berurutan Ctrl+C, untuk keluar
echo ———————————————–
pause>NUL
exit
REM ============================================================

3.Lalu simpan dengan ekstensi.BAT, mis crackRAR.BAT
4.Pada pilihan simpan pilih ALL FILE dan abaikan yang lain.
5.Copy file yang akan dicari passwordnya satu direktory dengan program ini

6. Cara jalankan buka command prompt —yaitu dengan Tekan Windows+R,   lalu ketik CMD

    dan selanjutnta pindah ke directory dimana file disimpan , ketik rarangka –Enter

7. Untuk mencoba downlaod file rar ini…..kumpulan CATcpns2014 (5angka)    

    atau file ini 4angka. bintaro.rar

     CATATAN : Saya juga sudah lupa password-nya  apa ?!!!!!!

8. masukkan pada pertanyaan berapa angka dengan : 1000 artinya dimulai angka 1000

9.Semoga SUKSES,

untuk file yang sudah jadi download … RARangka.BAT

| Tinggalkan komentar

MATERI KULIAH PEMROGRAMAN TEKNIK SIPIL


Pemrograman Komputer untuk TEKNIK SIPIL JAYABAYA

sks : 2
Semester : 3
Tujuan : memahami dan memanfaatkan perangkat keras dan lunak serta pembuatan perangkat lunak untuk keperluan teknik sipil
Silabus : pengenalan Hardware utama dari sebuah computer, Pengenalan OS ; definisi OS dan cara kerjanya, langkah iterasi pembuatan perangkat lunak : problema, algoritma, koding, kompiling, running.; penggunaan bahasa Visual Basic : aturan-aturan umum, input-output, struktur matrik, penyelesaian desain tebal perkerasan jalan; pemrograman dengan spreadsheet VBA dan aplikasinya dalam bidang teknik sipil.
Tugas : membuat program sederhana dengan Bahasa VBA Excel dan Spreadsheet
Praktikum : 5 kali

berikut materinya :
Modul kuliah VBA Lengkap_ok

0TUGAS 01_10

Aplikasi Excel Teknik Sipil

macro-gambar-reaksi-ok

Modul kuliah VBA Lengkap_latihan

Dipublikasi di Komputerisasi Tek Sipil | Tinggalkan komentar