Optimasi BAR Cutting


Pabrikasi tulangan baik balok, kolom maupun plat beton pada gedung bertingkat dikerjakan pada los pekerjaan pembesian. Alat yang digunakan bila dengan mesin adalah :
a. Bar bender → alat yang digunakan untuk pembengkokkan besi tulangan.
b. Bar cutter → alat yang digunakan untuk pemotongan besi tulangan.
c. Tang besi

Metode kerja pabrikasi beton bertulang :

1) Besi tulangan berbagai diameter dipotong sesuai dengan ukuran dalam gambar kerja dengan bar cutter sedangkan pembengkokan tulangan dilakukan dengan menggunakan bar bender.

2) Pemotongan tulangan utama dilakukan sepanjang tinggi kolom pada lantai ditambah dengan panjang penyaluran tulangan untuk pekerjaan penyambungan tulangan, yaitu sebesar 40 D (dimana D adalah diameter tulangan ulir).

3) Panjang pembengkokan tulangan dilakukan sesuai dengan ketentuan bar bender schedule. Untuk sengkang yang dibengkokkan dengan sudut 1350, maka panjang pengaitnya adalah sebesar 6 kali diameter tulangan Secara detail panjang penyaluran , panjang bengkokan dan panjang kait dapat diuraikan dengan sederhana sebagai berikut :

kait00
gambat diatas dibuat dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut ini :

1. Kait Standar

kait01

• Bengkokan 180° ditambah perpanjangan 4db, tapi tidak kurang dari 60 mm, pada ujung bebas kait.
• Bengkokan 135° ditambah perpanjangan 6db, tapi tidak kurang dari 75 mm, pada ujung bebas kait.
• Bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12db pada ujung bebas kait.

2. Kait Pengikat dan Sengkang
Ketentuan untuk  kait pengikat dan sengkang yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

kait02

Batang D-8 sampai D-25 bengkokan 135° ditambah perpanjangan 6ds atau tidak kurang dari 75 mm pada ujung bebas kait..
Batang D-16 dan yang lebih kecil, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 6ds pada ujung bebas kait.
Batang D-19, D-22, dan D-25, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12ds pada ujung bebas kait.

Gambar berikut menjelaskan berapa panjang kait yang diperlukan minimum :

kait06

kait03

3. Diameter Bengkokan Minimum
Diameter untuk bengkokan minimum tulangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

kait04

Diameter bengkokan yang diukur pada bagian dalam batang tulangan tidak boleh kurang dari nilai dalam tabel diatas.

Diameter dalam dari bengkokan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk batang D-16 kebawah.

Untuk batang yang lebih besar daripada D-16, diameter bengkokan harus 19db.

Diameter dalam untuk bengkokan jaring kawat baja las (polos atau ulir) yang digunakan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk kawat ulir yang lebih besar dari D7 dan 2db untuk kawat lainnya.

4. Batasan Spasi Tulangan
Batasan spasi tulangan yang diizinkan adalah sebagai berikut :

kait05

Keterangan :
b1 = Jarak bersih antar tulangan
Syarat =
> 25 mm> 1,25d dari ukuran agregat maksimum
> 1,5d

Jarak bersih antara tulangan sejajar dalam lapis yang sama, tidak boleh kurang dari db ataupun 25 mm.
Bila tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan pada lapis atas harus diletakkan tepat diatas tulangan di bawahnya dengan spasi bersih antar lapisan tidak kurang dari 25 mm.

OPTIMASI PEMOTONGAN TULANGAN

Optimasi pemotongan tulangan bertujuan untuk menekan jumlah sisa besi yang tidk terpakai atau biasa disebut dengan waste ( waes ) .  Waste atau sampah dalam konteks pengendalian biaya material proyek berarti sisa material yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Pada proyek gedung, waste material ini merupakan masalah yang penting. Pelaku konstruksi sering tidak menyadari betapa waste ini telah membuat biaya proyek menjadi tidak terkendali sehingga terjadi pembengkakan biaya / cost overrun. Rata-rata besaran waste yang terjadi jika tidak menggunakan optimasi mencapai 15% sampai 25% dari jumlah besi tulangan yang digunakan.

Untuk itu sangat perlu menghemat dengan cara meng-optimasi tulangan sebelum dipotong. Dalam mengoptimasi bisa digunakan software excell. Metode optimasi banyak caranya slah satu cara adalah dengan memotong bagian tipe tulangan yang terpanjang dulu lalu sisa hasil potongan digunakan untu tipe potongan yg lain sehingga diperoleh sisa seminimal mungkin. Berikut ilustrasi pemotongan jika dimulai dari yang terpanjangg dan juga disajikan jika menggunakan cara dipotong sembarang.

kait10 kait09

nampak jelas yang dipotong berdasar terpanjang akan memberikan effisiensi lebih besar denngan selisih WASTE = 95-81 = 14 % penghematan …….. kalau proyeknya 10 milyar, jumlah besi biasanya berkisar sekitar 30 %  dari total biaya proyek, maka diperoleh penghematan sebesar 14% x 30% x 10 milyar. samadengan 0,45 milyar atau 450 juta rupiah … wowwwooooo..

berikut sofware optimasi excelnya

00Bar BendingV1datar,  hanya untuk diamter yang sama … !!!!!!!

untuk bisa menjalankan ini aktifkan macro exdel-nya

One thought on “Optimasi BAR Cutting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s