DATA TANAH TUGAS BESAR PONDASI


Bagi mahasiswa yang mengambil tugas pondasi harap menggunakan data

data tanah sebagai berikut :

data tanah 01 = bh1

data tanah 02 =bh15

data  tanah 03 =bor-log-record-sta-5525-21

Jasa Sondir, Boring

Berikut disajikan data halis pelaksanaan survei untuk  titik S-1.

data tanah =04 =Tabel C. Data  Duct Cone Pentration Test (DCPT) titik S-1.

sondir-1

 

Gambar A. Grafik  Duct Cone Pentration Test (DCPT) titik S-1.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya data hasil uji Duct Cone Pentration Test (DCPT) akan digunakan sebagai dasar acuan  untuk analisis daya dukung tanah dan  pondasi. Dalam hal ini dari pihak tim teknis membuat 3(tiga) skenario tipikal pondasi bor pile yang dibagi berdasarkan diameter bor pile.

Untuk menghitung daya dukung tekan dan tarik tiang digunakan formula:

sondir2
data tanah 05 = sondir

https://untungsuprayitno.files.wordpress.com/2011/05/hasil-sondir.jpg?w=1000

data tanah 06= bor log

Image result

data tanah 07= bor log

 

Image result

data tanah 08= sondir

Image result

data tanah 09- bor log

Image result

data tanah 10= bor log

Image result

 

UJIAN TENGAH SEMESTER APLIKASI KOMPUTER 3o oktober 2016


NILAI UTS MERUPAKAN NILAI KUMPULAN DARI

SOAL 1 , 2, 3, 4 , 5 ,  6 DAN 7 (untuk NILAI-A)

SOAL 1 , 2, 3, 4 , 5 ,  dan 6 (untuk NILAI-B)

SOAL 1 , 2, 3, 4 , 5 ,  dan 7 (untuk NILAI-B)

DENGAN BOOBT MASING-MASING 12.5%

KEPADA MAHASISWA  YANG MENGAMBIL  MATA KULIAH

APLIKASI KOMPUTER, AGAR MENGERJAKAN SOAL  UTS BERIKUT

UNTUK JURUSAN TRANSPORT/STRUKTUR

uts-no-7-influence-line-analysis

UNTUK JURUSAN STRUKTUR

uts-no-6-reponse-spectrum-in-seismic-analysis

DIKUMPULKAN VIA EMAIL  darmadi1860@gmail.com time frame 1 minggu

LATIHAN Gempa Statik Ekivalen


analisisi-beban-gempa-statik-lateral

MENGGUNAKAN SAP 2000 UNTUK MELAKUKAN

ANALISIS STATIK EKIVALEN

Pendahuluan

Analisis statik ekivalen merupakan salah satu metode menganalisis struktur gedung terhadap pembebanan gempa dengan menggunakan beban gempa nominal statik ekivalen. Menurut Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI – 1726 – 2002), analisis statik ekivalen cukup dapat dilakukan pada gedung yang memiliki struktur beraturan. Ketentuan-ketentuan mengenai struktur gedung beraturan disebutkan dalam pasal 4.2.1 dari SNI – 1726 – 2002.

Apabila  gedung memiliki struktur yang tidak beraturan maka selain dilakukan analisis statik ekivalen juga diperlukan analisis lebih lanjut, yaitu analisis respon dinamik. Perhitungan respon dinamik struktur gedung tidak beraturan terhadap pembebanan gempa, dapat menggunakan metode analisis ragam spektrum respons atau metode analisis respons dinamik riwayat waktu. Pada pasal 7.1.3 dari SNI – 1726 – 2002, bila nilai akhir respon dinamik tersebut dinyatakan dalam gaya geser dasar nominal, maka nilainya tidak boleh kurang dari 80% gaya geser dasar yang dihasilkan dari analisis statik ekivalen.

Karena analisis statik ekivalen dipandang merupakan langkah awal dalam perencanaan gedung tahan gempa, pada tulisan ini akan dibahas mengenai penggunaan software SAP 2000 versi 7.42 untuk membantu melakukan analisis statik ekivalen.

Beban Gempa Nominal Statik Ekivalen yang ditetapkan SNI – 1726 – 2002.

Beban geser dasar nominal statik ekivalen V (base shear) yang tejadi di tingkat dasar dapat dihitung menurut persamaan:

(1)

dimana; C1 adalah nilai faktor respons gempa yang didapat dari Spektrum Respons Gempa Rencana, I adalah faktor keutamaan, R adalah faktor reduksi gempa, dan Wt adalah berat total gedung. Untuk memperoleh nilai C1 terlebih dahulu harus diketahui waktu getar alami fundamental T1.

Beban geser dasar nominal V tersebut harus dibagikan sepanjang tinggi struktur gedung menjadi beban‑beban gempa nominal statik ekuivalen Fi pada pusat massa lantai tingkat ke‑i menurut persamaan:

                   (2)

di mana Wi adalah berat lantai tingkat ke‑i termasuk beban hidup yang sesuai, zi adalah ketinggian lantai tingkat ke‑i , sedangkan n adalah nomor lantai tingkat paling atas.

Gambar 1

Struktur gedung yang mengalami beban gempa nominal statik ekivalen Fi dan simpangan sebesar d.

Langkah-langkah Penggunaan SAP 2000 V.7.42 untuk Melakukan Analisis Statik Ekivalen.

Secara garis besar, langkah-langkah penggunaan SAP2000 untuk melakukan analisis statik ekivalen adalah sebagai berikut:

  1. Menggambarkan geometri struktur, mendefinisikan penampang, material dan besarannya, serta melakukan “assign” penampang dan material tersebut pada program SAP2000.
  2. Menentukan Wi (berat lantai tingkat ke-i) dengan kombinasi pembebanan = DL + LLR (umumya diambil LLR = 0,3 LL). Supaya mudah membaca output Wi pada show group joint force sum akibat kombinasi pembebanan DL + 0,3 LL sebaiknya dibuat group name untuk frame dan joint pada setiap tingkat.
  3. Menginput massa tiap tingkat (mi) dengan menggunakan joint masses, dan membuat rigid floor diaphrama.
  4. Karena massa tiap tingkat telah diinput dengan menggunakan joint masses, maka definisi massa material dirubah menjadi nol, lalu dapat dilakukan analisis dinamik untuk mencari T1.
  5. Setelah T1 didapat maka dengan SNI – 1726 – 2002 akan diperoleh besarnya V (base shear) yang selanjutnya dapat dihitung Fi. Masukkan Fi sebagai beban gempa (assign joint static load force global x).
  6. Langkah terakhir dapat dilakukan analisis statik biasa dan sekaligus dapat mendesain struktur gedungnya, apakah dengan struktur beton bertulang atau dengan struktur baja.

Model Struktur Gedung 2-Dimensi

Contoh model struktur gedung dapat dilihat pada gambar 2. Gedung tersebut menggunakan 2 jenis penampang kolom persegi yaitu; 350 x 450 (mm) dan 450 x 550 (mm), serta 2 jenis penampang balok persegi yaitu; 300 x 500 (mm) dan 400 x 600 (mm) seperti pada gambar 2. Tinggi tiap lantai dan jarak tiap kolom yang tertera pada gambar 2 menggunakan satuan meter.

Gedung tersebut direncanakan di Bandung dengan kondisi kekerasan tanah adalah sedang. Struktur yang digunakan adalah struktur beton bertulang dengan modulus elastisitas E = 3 ×109 kg / m2 (ambil υ = 0,18 dan γ = 2400 kg / m3), kuat tekan beton f’c = 35 Mpa. Tulangan yang digunakan D22 untuk tulangan memanjang dan Ø8 untuk tulangan geser. Design dilakukan menurut ACI 318 – 99.

Beban yang bekerja pada gedung tersebut adalah seperti yang tertera pada gambar 3. Berat sendiri frame belum termasuk dalam beban mati tersebut.

Gambar 2

Contoh model struktur gedung 4 lantai

Beban Mati / DL Beban Hidup / LL

Gambar 3

Beban mati dan beban hidup

Contoh Langkah-langkah Analisis Statik Ekivalen dengan menggunakan SAP 2000 V.7.42.

Langkah paling awal sebelum melakukan analisis adalah menggambarkan geometri struktur pada program SAP2000. Dilanjutkan dengan mendefinisikan penampang, material dan besarannya, serta melakukan “assign” penampang dan material. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buatlah satuan dalam kgf-m, pada New Model from Template, pilihlah icon portal 2 dimensi dan ketiklah pada kotak isian Portal Frame sebagai berikut;

Number of Stories   = 4

Number of Bays      = 2

Story Height                       = 3

Bay Width              = 5

Kotak isian restrains dan gridline di beri tanda v (checked)

  1. Rubahlah peletakan atau tumpuan menjadi jepit dengan cara Assign Joint Restraint, lalu pilihlah icon tumpuan jepit.
  2. Hilangkan gambar pandangan 3D sehingga diperoleh gambar pandangan 2D (X-Z Plane @ Y = 0) yang lebih besar.
  3. Pada menu Draw, pilihlah Edit Grid, dan pada kotak Modify Grid Line, rubahlah X location dan Z location secara berurutan dari atas ke bawah sebagai berikut;
X Z
-5 0
0 3.5
8 6.5
9.5
12.5

Berilah tanda v pada kotak Lock Gridlines dan Glue Joints to Grid Lines, lalu OK.

  1. Pada Material Property Data ketikkanlah definisi material beton yang akan digunakan untuk analisis sebagai berikut;
  • Mass per unit volume     = 0
  • Weight per unit volume = 2400
  • Modulus of Elasticity     = 3.0E+9
  • Poisson’s Ratio                         = 0,18
  1. Rubahlah satuan dalam N-mm, kemudian sekali lagi pada Material Property Data di bagian Design Property Data rubahlah fc = 35 MPa
  2. Rubah lagi satuan dalam Kgf-m, pada menu Define Frame Sections, pilihlah Add Rectangular, lalu berilah isian untuk balok bagian kiri sebagai berikut;

Section Name         : BALOKKI

Material Name        : CONC

Depth(t3)                : 0.50

Width(t2)                : 0.30

Reinforcement        : pada element class berilah tanda pada bagian beam dan isilah nilai concrete cover untuk top = 0,05 dan untuk bottom = 0,05 juga.

  1. Lakukan hal yang sama untuk balok bagian kanan (BALOKKA), kolom bagian atas (KOLOMA), dan kolom bagian bawah (KOLOMB). Pada kolom, berilah isian Reinforcement Data sebagai berikut:

Element Class = column

Config. of Reinforc. = Rectangular

Cover to Rebar Center = 0,045

Number of Bars in 3-dir = 3

Number of Bars in 2-dir = 3

Area of One Bars = 0,0003799

  1. Pilihlah (select) frame yang akan di ‘assign’, kemudian dari menu Assign/Frame/Section sesuaikan dengan definisi penampang yang telah dibuat sebelumnya.

Setelah langkah 4.a selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah langkah 4.b yaitu menentukan berat lantai tingkat ke-i (Wi) dengan kombinasi pembebanan = DL + 0,3 LL. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Definisikan static load cases. Berilah tiga jenis pembebanan sebagai berikut:
  • Beban Mati → MATI (Berat sendiri diperhitungkan oleh SAP 2000)
  • Beban Hidup → HIDUP
  • Beban Gempa → GEMPA
  1. Pilihlah (select) frame paling atas (lantai 4). Pada menu Assign / Frame Static Loads / Point and Uniform, inputlah beban mati merata sebesar 600 kg/m, lalu tekan OK.
  2. Pilihlah frame lantai 3, lantai 2 dan lantai 1. Pada menu Assign / Frame Static Loads / Point and Uniform, inputlah beban mati merata sebesar 900 kg/m, seperti gambar berikut ini, lalu tekan OK.
  3. Lakukan dengan cara yang sama untuk beban hidup. Untuk melihat beban-beban yang bekerja pada frame dapat dilakukan dengan cara Display/Show Loads/Frame
  4. Menentukan kombinasi pembebanan pada Define/Load Combinations, seperti  berikut ini:
  • Load Combination Name = Comb1
  • Title = DL + 0.3LL
  • Untuk HIDUP, scale factor = 0,3
  • Untuk MATI, scale factor = 1
  1. Menentukan kelompok-kelompok berat tingkat yang akan dihitung, sebagai berikut :
  2. TK4→ kelompok berat tingkat lantai 4, terdiri dari 3 frame kolom (F4) dan 3 joint (J4)
  3. TK3→ kelompok berat tingkat lantai 3, terdiri dari 3 frame kolom (F3) dan 3 joint (J3)
  4. TK2→ kelompok berat tingkat lantai 2, terdiri dari 3 frame kolom (F2) dan 3 joint (J2)
  5. TK1→ kelompok berat tingkat lantai 1, terdiri dari 3 frame kolom (F1) dan 3 joint (J1)

Cara menginputnya: Pilih frame dan joint yang akan dikelompokkan, Assign/Group Name/Beri Nama/Add.

  1. Set option pada analyze dirubah menjadi 2 dimensi (gambar icon portal), lalu Run.

Setelah di “run”, output berat tingkat dapat dilihat dengan cara Display / Group Joint Force Summation…., dan hasil angkanya pada  baris Comb1 terlihat sebagai berikut:

Nama Grup

TK4

TK3

TK2

TK1

Nilai F-z

20731.684

46923.369

75059.385

104086.555

Setelah diperoleh data output berat tingkat (Wi = DL + 0.3 LL), maka data tersebut dapat diolah menjadi massa tingkat (mi). Angka dari nilai F-z pada data output tersebut adalah kumulstif dari tingkat teratas hingga ke lanatai dasar. Sehingga berat tingkat lantai ke-i (Wi) adalah sebagai berikut;

W4 = 20731.65

W3 =   46923.369 –   20731.65 = 26191.72

W2 =   75059.385 – 46923.369 = 28136.02

W1 = 104086.555 – 75059.385 = 29027.17

Selanjutnya, masing-masing berat tingkat tersebut dirubah menjadi massa tingkat dengan cara membagi berat tingkat dengan berat gravitasi (g = 9.81 m / det2)

m4 = 20731.65 / 9.81 = 2113.3

m3 = 26191.72 / 9.81 = 2669.9

m2 = 28136.02 / 9.81 = 2868.1

m1 = 29027.17 / 9.81 = 2958.9

Untuk memudahkan perhitungan, data-data output berat tingkat ditabelkan sebagai berikut;

Tingkat Output SAP

(kg / m3)

Wi

(kg / m3)

Mi

(kg det2 / m2)

(input ke joint masses)

4 20731.648 20731.65 2113.31
3 46923.369 26191.72 2669.90
2 75059.385 28136.02 2868.09
1 104086.555 29027.17 2958.94
ΣWt = 104086.6

Langkah 4c, yaitu menginput massa tiap tingkat (mi) dengan menggunakan joint masses, dan membuat rigid floor diaphrama. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Massa tiap-tiap tingkat yang telah diketahui diinput pada SAP 2000 dengan cara : Select Joint (pilih joint dari tingkat 4 di ujung paling kiri) Assign / Joint / Masses, lalu isilah nilai massa tingkat pada direction 1 (searah sumbu global x). Lakukan dengan cara yang sama untuk tingkat 3 hingga tingkat 1.
  2. Pada saat gempa terjadi pelat lantai diasumsikan tidak berdeformasi secara terpisah dan merupakan satu-kesatuan (bergerak ke kiri dan ke kanan secara bersama-sama), sehingga pada frame balok perlu dirubah menjadi rigid floor diaphrama (gaya aksial balok = 0 → tidak mengalami tarik maupun tekan), dengan cara: Select joint (pilih seluruh joint yang ada di tingkat 4)→Assign / Joint / Constraint / Add Diaphrama lalu beri nama TK4→OK. Lakukan dengan cara yang sama untuk tingkat 3, 2 dan 1.

Langkah 4d adalah memastikan definisi massa material telah dirubah menjadi nol dan selanjutnya dapat dilakukan analisis dinamik untuk mencari T1. Berikut penjelasannya:

  1. Karena massa telah diinput di setiap joint paling kiri pada setiap tingkat, maka pastikan massa material telah dirubah menjadi nol, dengan cara: Define material→berilah nilai nol pada kotak isian massa→OK
  2. Set option pada analyze dirubah menjadi 2 dimensi (gambar icon portal), analisis dinamik diaktifkan dan isilah jumlah mode yang dianalisis = 4 (sesuai jumlah tingkat)
  3. Run Program
  4. Setelah di Run akan diketahui besarnya perioda mode 1 (T1) = 0,3940

Selanjutnya dilakukan langkah 4e, yaitu menghitung V dan Fi. Dengan diperolehnya T1, maka dengan SNI-1726-2003 dapat dihitung besarnya nilai V berdasarkan persamaan (1). C1 diperoleh dari Spektrum Respons Gempa Rencana pada Gambar 2 SNI-1726-2002 halaman 23 dengan mengetahui terlebih dahulu nilai T1, kondisi tanah, dan lokasi gedung akan dibangun (wilayah gempa). Dalam contoh ini gedung dibangun di wilayah gempa 4 dengan kondisi kekerasan tanah adalah sedang. Maka dengan T1 = 0,3940  akan diperoleh besarnya C1 = 0,7. Faktor Keutamaan I (Tabel 1 halaman 12 pada SNI-1726-2002) diambil sebesar 1 karena gedung tersebut berfungsi sebagai perkantoran. Faktor Reduksi R (Tabel 2 halaman 15 pada SNI-1726-2002) diambil sebesar 4 karena gedung tersebut dianggap memiliki taraf kinerja daktail parsial. Sehingga akan diperoleh:

Perhitungan besarnya beban gempa nominal statik ekivalen tiap tingkat ditabelkan sebagai berikut sesuai persamaan (2):

Tingkat Wi Hi WiHi Fi (kg)
4 20731,65 12,5 259145,6 5956.7
3 26191,72 9,5 248821,4 5719.4
2 28136,02 6,5 182884,1 4203.8
1 29027,17 3,5 101595,1 2335.3
Wt   =    104086.6 ΣWiHi  = 792446,2
V = 18215,2

Keterangan:

Setelah besarnya beban gempa nominal statik ekivalen pada tiap tingkat (Fi) dapat dilakukan analisis statik biasa dengan menganggap Fi sebagai beban horizontal, dan sekaligus dapat mendesain struktur gedungnya, apakah dengan struktur beton bertulang atau dengan struktur baja. Dalam contoh ini, model struktur menggunakan struktur beton bertulang. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Input Fi sebagai beban gempa dengan cara: Select joint (pilih joint yang paling kiri di tingkat 4) → joint static load → force → cari load case name ‘GEMPA→berilah nilai F4 pada isian force global x. Lakukan dengan cara yang sama untuk lantai 3,2, dan 1.
  2. Pastikan metode ACI yang digunakan SAP 2000 adalah ACI 318-99 dengan cara: Option → Preferences → Concrete
  3. Kemudian hapuslah kombinasi pembebanan yang semula  comb1 (DL + 0,3 LL) diganti dengan kombinasi pembebanan yang disediakan SAP 2000, dengan cara: Define → Load Combinations → Delete Combo
  4. Design → Select Design Combo (ada 6 kombinasi pembebanan sesuai ACI 318-99)→ OK
  5. Cek / pastikan lagi di Define → Load Combinations, adanya keenam kombinasi pembebanan tersebut
  6. Run Program
  7. Tampilkan luas tulangan memanjang dan tulangan geser yang dibutuhkan dengan cara tekan tombol Ctrl+F5, lalu: Design → Display Design Info

 

 

 

 

Dalam mencari  beban gempa statik lateral, dibutuhkan data berat struktur pada tiap lantainya, akan lama sekali (alias sue banget) jika anda menghitung secara manual melalui excel, ada cara yang praktis yaitu dengan menggunakan Proram SAP yang mana akan secara otomatis SAP menghitung berat kolom dan balok yang ada pada setiap lantainya, ikuti Tutorial SAP berikut ini :

  1. Pilih struktur lantai satu
  2. pilih menu Assign – Assign to Group (lihat gambar)
  3. Akan Tampil Kotak dialog seperti ini, lalu klik Add , ganti nama GROUP1 menjadi lantai1 – ok
  4. Setelah itu, pilih struktur balok dan kolom lantai 2, bar kui terus ulangi langkah 2 sampai 3 untuk lantai-lantai yang lain
  5. Lalu pilih menu file – export – Sap 2000 ms Excel Spreadsheet (maksute filenya di export ke excel gitu loh..), maka akan tampil seperti gambar dibawah ini, lalu aktifkan cek list pada Group 3 Masses and Weight
  6. Nek kowe banar, akan tampil tampilan seperti di bawah ini, beratnya sing tak bunderi pake warna merah, he3….

Selesai deh… selamat mencoba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3.9 Analisa Gempa dengan Response Spektrum

Sumber: Anil K. Chopra (1995) p.604

Chimney beton bertulang tinggi 600 ft, penampangnya silinder berongga
diameter luar 50 ft dan tebal dinding 2 ft 6 in. Untuk analisa terhadap gempa
struktur tersebut diidealisasikan sebagai kantilever yang teijepit pada
dasamya, di mana massa dan kekakuannya dihitung dari penampang bnito
beton tanpa tulangan baja. Modulus elastik beton Ec=3600 ksi dan berat
jenisnya 150 lb/fr. Rasio redaman modal kira-kira sebesar 5%. Tentukan
perpindahan, gaya geser, dan bending momen terhadap gempa yang diwakili

response spektrum rencana yang diskalakan kc akselerasi puncak tanah 0.5g,
di mana g=32.2 ft/sec2. Abaikan deformasi geser dan incrsia rotasi.

Solusi manual periods gciar alanii dan Chopra:

  • Propcrti slruktur chimney

32.2

EI = (3600 • 144)i[254 – 22.54 ]= 5.469 • I010 kip – ft2

  • Fcnodc gctar alami struktur

Menggunakan rumus untuk strukhir kanti lever sebagai berikui.

Solusi komputer mencari T„. dengan langkah penyelesaian berikut:

  1. Tctapkan unit satuan dalum kips-ft.
  2. Gunakan template Portal Frame (Number of Stories = 1; Number of
    Bays = 2; Storey Height = 600; Bay Width = 100). Sclanjutnya kolom
    pada sumbu (0,0) dipertahankan sedangkan element yang lain dihapus.
  3. N’odal tumpuan di bagian bawah diganti jepit (semua d.o.f di-restraint).
  4. Agar dapat mcnghasilkan 4 mode-shape, minimal harus ada 4 nodal
    bebas alau empat element untuk struktur kantilever. Untuk mem per-
    il hatkan perbedaan kctclitian, akan dianalisa dua model, yaitu model
    dengan 4 element dan model dengan 40 clement.
  5. Gunakan fasilitas Select – Select – All dan Edit – Divide Frames –
    Divide into = 4 untuk model pertama dan 40 untuk model yang kedua.
  6. Agar penomorannya berurutan kembali. dilakukan penomoran ulang
    mclalui menu perintah Ctrl+A (Sclcct – Select – All) kemudian Edit –

Change Labels, dan pada kolak dialog Relabels Selected Items pastikan
item Next Number (Joint/Frames) = 1 dan klik tombol OK.

  1. Ubah unit saluan kc lb – ft.
  2. Hitung massa struktur chimney.

. w 150 lb/ft3 ,,<0,.. j .Aj

Mass per unit Volume – —»    • = 4.6584 lb-sec /ft

g 32.2 ft/sec

Kemudian isikan data tersebut melalui Define – Materials – OTHF.R –
Modify/Show Material dan ubah Mass per unit Volume – 4.6584.

  1. Ubah unit satuan ke kips – In.
  2. Ulangi Define – Materials – OTHER – Modify/Show Material dan ubah
    Modulus F.lastlcity D 3600. kecuali data massa, maka data yang lam
    diubah menjadi nol (dinonakrifkan).
  3. Ubah unit satuan ke kips – ft. Isi properti penampang. melalui Define –
    Frame Sections – Add Pipe, dan isi parameter berikut:
  • Material OTHER
  • Outside diameter (13) – 50
  • Wall thickness (tw) = 2.5

Untuk menghilangkan pengaruh deformasi geser dan inertia rolasi. masih
pada kotak dialog di atas. klik tombol Modification Factors dan isikan
nilai nol pada parameter penampang berikut:

  • Torsional constant
  • Moment of inertia about 2-axis
  • Shear area in 2-direction
  • Shear area tn 3-direction

Selanjutnya beri nama P dan nyatakan ke model struktur melalui menu
perintah Ctrl kemudian Assign – Frame – Sections P.
12. Oleh karena ada data properti yang dibuat nol, maka d.o.f yang akan
dianalis program harus disesuaikan agar lidak teijadi ketidakstabilan
struktur. Untuk itu gunakan menu perintah Analyze – Set Options dan

  1. Oleh karena ada data properti yang dibuat no!, maka d.o.f yang akan
    dianalis program harus disesuaikan agar tidak teijadi ketidakstabilan
    struktur. Untuk itu gunakan menu perintah Analyze – Set Options dan
    aktiftcan d.o.f ux dan ry (yang lain off).
  2. Pada kotak dialog Analysis Options, aktifkan cation Dynamic Analysis,
    klik tombol Set Dynamic Parameters, isi Number of Modes = 4.
    (‘atatan: jumlah mode mcncntukan Modal Load Participation Ratios.
    Jika nilainya < 90% berarti perlu jumlah mode yang lebih banyak.
  3. Tahap ini jika di-RLIN. maka perhitungan periode getar alami diperoleh.

Solusi komputer dalam analiste response spektrum gempa:

Oleh karena hasilnya mendekati penyelesaian eksak, maka selanjutnya
dipakai model diskrit 40 element untuk analisa response spektrum gempa
chimney. Tahapan-tahapan yang pcrlu dilakukan adalah:

  1. Past ik an unit satuan dalam kips-ft.
  2. Teijermahkan response spektrum rencana menjadi data komputer. Dari
    hasil analisis, diketahui bahwa periodc gctar paling lama adalah T| =
    3.63 sec. Jadi, data response spektrum rencana dari 0 – 4 sec harus detail
    sehingga hasilnya nanti dapat teliti. Untuk itu digunakan program Excel
    dengan memasukkan rumusan yang ada. Maka dapat diperoleh data
    hubungan T. (perioda getar) – S,/g scbagai berikut.

nama response.txt. Tcmpatkan pada direktori yang sama dengan input
data dari model 40 element yang telah dianalisis scbclumnya.

  1. Menggabungkan data response spektrum ke dalam data scbclumnya.
    yaitu model chimney dengan 40 element diskrit. Apabila data tersebut
    barn saja di-RUN. ubah terlebih dahulu kondisi toolbar Lock/Unlock
    Model agar gambar kuncinya dalam kondisi tcrbuka. Sclanjutnya
    digunakan menu perintah Define – Rcponsc Spectrum Function – Add
    Function from File – Open File. Kemudian dari kotak dialog Pick
    Function Data File, sesuaikan dulu Files of type, yaitu Text Files (*.txt)
    schingga file response.txt dapat ditampilkan dan dapat dipilih. Lalu klik
    Open, bcri nama data, yaitu pada item Function Name = CHOPRA.
    Jangan lupa option Period and Acceleration Values diaktifkan sehingga
    tampilan hasilnya sebagai berikut.

 

 

 

Mcskipun data sudah masuk scbagai data
dalam program, tctapi bclum akan diproscs
oleh program. Untuk mengaktifkannya. pcrlu
didefinisikan terlebih dahulu melalui menu
perintah Define – Response Spectrum Cases
– Add New Spectra schingga akan ditam-
pilkan kotak dialog Response Spectrum Case
Data seperti gambar di samping.

Isi Damping = 0.05, lalu pilih Input Response
Spectra pada U1 direction, yaitu CHOPRA dan
isi Scale Factor dengan 0.25 g. di mana g »
32.2 IVsec\

 

 

 

DAFTAR PEMBIMBING TUGAS AKHIR


UNTUK ANGKATAN 40, BERIKUT INI ADALAH

DAFTAR PEMBIMBING TUGAS AKHIR

BAGI YANG SUDAH SIAP SEGERA ASISTENSI KE PEMBIMBING MASING-MASING

SEHINGGA  AKAN CEPAT PENYELESAIANNYA.

segera asistensi ke pembimbing masing-masing  untuk langkah selanjutnya

download di sini  daftar-pembimbing-ta-39

1 BERIZKA ARDANIS 2015731150047 PERANCANGAN SISTEM DRAINASE BARU JALAN KALIMANTAN KOTA GRESIK Ir. Darmadi, MM OKE
2 BESTEN JOYMEN 2015731150048 ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PELAKSANAAN PONDASI CORRUGATED CONCRETE SHEET PILE DAN BORE PILE PADA LERENG SUTET KOTA DELTAMAS Ir. Darmadi, MM OKE
3 HANNIF ARIASTO RAHARJO 2015731150064 PERANCANGAN PERBAIKAN SERVICE ROAD AREA TERMINAL KARGO DI BANDARA SOEKARNO-HATTA Ir. Darmadi, MM OKE
4 JHON POLTAK RIZKY SIMAMORA 2015731150069 PERANCANGAN PELEBARAN SALURAN DRAINASE AIRSIDE DI BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA Ir. Darmadi, MM OKE
5 MUHAMMAD LUTHFI 2015731150074 PERANCANGAN PONDASI TOWER SST 42 M Ir. Darmadi, MM OKE
6 RAJA UMAR 2015731150077 ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR BENDUNG TETAP GUNUNG NAGO KOTA PADANG Ir. Darmadi, MM OKE
7 SARAH ADISTIA SORAYA 2015731150082 ANALISIS DEBIT BANJIR PADA NORMALISASI KALI KRUKUT RUAS RENGAS HINGGA MESEUM WIDYA CHANDRA Ir. Darmadi, MM (-) Baja
8 BUDIMAN OKTOPRANA 2014731150049 PERANCANGAN DIMENSI SALURAN DRAINASE CLUSTER MISSISSIPPI JAKARTA GARDEN CITY CAKUNG JAKARTA TIMUR – DKI JAKARTA Ir. Darmadi, MM (-) Matrikulasi: Statika, Mek. Bahan, Mek, Fluida
9 ABDI DZIL IKRAM 2015731150041 ESTIMASI DAN CASH FLOW PEKERJAAN STRUKTUR PONDASI PROYEK HOTEL LE PREMIERE KOTA DELTAMAS Ir. Eri Setia Romadhon, MT OKE
10 APIF NUR IMAM 2015731150043 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN STRUKTUR PADA BANGUNAN GEDUNG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MODELLING UNTUK MENDAPATKAN NILAI EFISIENSI BIAYA PROYEK Ir. Eri Setia Romadhon, MT OKE
11 BIERDE BIEDENKOPF GIEOVANDO 2015731150049 PENGENDALIAN PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH AL AZHAR TAHAP II SUMMARECON BEKASI Ir. Eri Setia Romadhon, MT OKE
12 DERIANSYAH ABDULLAH 2015731150053 PERANCANGAN PERKERASAN LENUR TAXIWAY NC3 UNTUK JENIS PESAWAT AIRBUS B747-400 DI BANDARA SOEKARNO – HATTA Ir. Eri Setia Romadhon, MT (-) Jembatan
14 MUHAMAD AULIA ARASY 2015731150072 PERHITUNGAN ANGGARAN BIAYA PROYEK PERUMAHAN SERPONG LAGOON TYPE 84 Ir. Eri Setia Romadhon, MT OKE
15 RHIDWHAN FADHEL ARIP RIZQHIAL 2015731150079 PERHITUNGAN LINTASAN KRITIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN MARIGOLD NAVA PARK – BSD CITY Ir. Eri Setia Romadhon, MT OKE
16 SITI RAHMAWATI 2015731150086 RANCANGAN CAMPURAN BETON MUTU TINGGI DENGAN PENAMBAHAN ADMIXTURE HIGH-SUPERPLASTISIZER & RETARDER PADA PROYEK TAMAN ANGGREK RESIDENCE Ir. Eri Setia Romadhon, MT OKE
17 LEONARD THONI B. MANURUNG 2014731150121 ANALISIS PERCEPATAN PEMBANGUNAN PROYEK JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) KOTA DEPOK Ir. Eri Setia Romadhon, MT OKE
45 RIOLAN SAGALA 2015731150080 ANALISIS PENGARUH VARIASI DIMENSI KOLOM TERHADAP KINERJA BATAS LAYAN DAN KINERJA BATAS ULTIMIT PADA PORTAL GEDUNG 5 LANTAI DI DAERAH RAWAN GEMPA YANG MENGACU PADA SNI 03-1726-2002 Ir. Eri Setia Romadhon, MT (-) Mat.Jalan
18 BANI PRATAMA 2015731150045 EVALUASI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DITINJAU DARI ASPEK BIAYA, WAKTU DAN MANAJEMEN STUDI KASUS: PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL ORCHARD PARK BATAM Ir. Fatmawati Oemar, MM OKE
19 DIANTO NUR UTOMO 2015731150055 PERBANDINGAN BIAYA SEWA BEKISTING PERI SYSTEM PADA PROYEK HOTEL GRAND CLASIC CIKARANG DENGAN BEKISTING KONVENSIONAL Ir. Fatmawati Oemar, MM OKE
20 FIRMAN RIZKY ANNANDA 2015731150062 ANALISIS KELONGSORAN PADA TEBING SUNGAI CILIWUNG DI PERUMAHAN PESONA KHAYANGAN DEPOK Ir. Fatmawati Oemar, MM OKE
21 IPNU SUPRIYANTO 2015731150067 PENINGKATAN PELAYANAN RUAS JALAN PADA JALAN RAYA PASAR MINGGU, JAKARTA SELATAN Ir. Fatmawati Oemar, MM OKE
22 JANNE ASTRIA BANJAR NAHOR 2015731150068 PERANCANGAN EAST CROSS TAXIWAY DI BANDARA SOEKARNO-HATTA Ir. Fatmawati Oemar, MM OKE
23 SABIRIN 2015731150081 PERANCANGAN PERPANJANGAN TAXIWAY NP1 PROYEK BANDARA SOEKARNO-HATTA KOTA TANGERANG Ir. Fatmawati Oemar, MM (-) Jembatan
24 SIGIT WURYANTO 2015731150085 PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN PELASANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM KEMENTRIAN PERHUBUNGAN Ir. Fatmawati Oemar, MM (-) Matrik, Jembatan, Prategang
25 ANISA TAQIATUN BARI’AH 2015731150042 PERHITUNGAN WAKTU DAN ANGGARAN BIAYA PELASANAAN PROYEK BIOGAS TEPUNG TAPIOKA Ir. Indartono Rivai, MM OKE
26 CHRISTINA ADATTA SITORUS 2015731150052 PENANGANAN KAWASAN KUMUH MENGACU PADA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO.1 TAHUN 2014 (LOKASI?) Ir. Indartono Rivai, MM (-) Mek. Fluida, Statika
27 DICKY WIJAYA 2015731150056 PERANCANGAN FLEXIBLE PAVEMENT TAXIWAY NCW UNTUK JENIS PESAWAT AIRBUS A380-800 DI BANDARA SOEKARNO-HATTA Ir. Indartono Rivai, MM OKE
28 FERDIA SUSANTI 2015731150060 PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA BEKISTING SYSTEM PERI UP PADA PROYEK RS ADMAJAYA JAKARTA Ir. Indartono Rivai, MM OKE
29 NUR ULFAH BAHRI HALIM 2015731150076 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TOWER CRANE PADA PROYEK PROJECT DISTRICT 8 LOT 28 Ir. Indartono Rivai, MM OKE
30 TITO SUCIPTO 2015731150088 ANALISIS BIAYA DAN WAKTU BEKISTING VERTIKAL SISTEM ENKOFORM V-100 PROYEK GRAND MANSION APARTMENT JAKARTA Ir. Indartono Rivai, MM OKE
31 TRIANDY BAYU PRIHASTONO 2015731150090 ANALISIS PERBANDINGAN WAKTU DAN BIAYA BEKISTING PELAT BALOK PADA GREEN PRAMUKA CITY TOWER MAGNOLIA Ir. Indartono Rivai, MM OKE
32 YANE KINANTI DE YOLA NULE 2015731150095 PERANCANGAN PERLUASAN APRON AREA KARGO DI BANDARA SOEKARNO-HATTA Ir. Indartono Rivai, MM OKE
33 HENDRI SUJADMIKO 2014731150059 PRODUKTIVITAS ALAT BERAT DALAM PEKERJAAN GALIAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PELAYANAN KESEHATAN RS St.CAROLUS, JAKARTA PUSAT Ir. Indartono Rivai, MM (-) Matrikulasi: Statika, Mek. Bahan, Mek, Fluida
34 RISWAN OKI FERNANDO SIDABUTAR 2014731150141 PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP) PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN THE GREEN PRAMUKA RESIDENCE TOWER ORCHID Ir. Indartono Rivai, MM OKE
35 FAJAR YUSUF ARDANI 2015731150058 ANALISIS KEBUTUHAN PARKING STAND APRON PIER 2 TEMINAL 3 ULTIMATE BANDARA SOEKARNO-HATTA Ir. Sri Yuniarti, MT OKE
36 HERIS CAHYA KUSUMA 2015731150065 OPTIMASI PENANGANAN DAMPAK RENCANA PEMBANGUNAN SPBU SHELL DI KOTA TANGERANG SELATAN Ir. Sri Yuniarti, MT (-) Mek. Bahan
37 LUTHFIANA SARI DEWI 2015731150071 ANALISIS ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN APARTEMEN GREEN HILLS (LOKASI?) Ir. Sri Yuniarti, MT (-) Mek. Bahan
38 RATNA DEWI SARTIKA 2015731150078 ANALISIS PENINGKATAN KESELAMATAN PADA PERLINTASAN SEBIDANG JPL NO.81 BEKASI Ir. Sri Yuniarti, MT OKE
39 YUDA MANDALA PUTRA C 2015731150097 PERANCANGAN PEMBUATAN APRON B73 TERMINAL 1 BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA Ir. Sri Yuniarti, MT (-) 6 MK (Harus Kuliah)
40 AYU FITRI WIJAYANTI 2014731150093 ANALISIS ANGKUTAN BARANG DI KECAMATAN CICURUG KABUPATEN SUKABUMI Ir. Sri Yuniarti, MT (-) Statika
41 SANDY RIMAWAN 2014731150072 ANALISIS DAN REKAYASA PERSIMPANGAN SGC CIKARANG DI KABUPATEN BEKASI Ir. Sri Yuniarti, MT OKE
13 GABE PARDAMEAN SIDABUTAR 2015731150063 EVALUASI PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR KELURAHAN PONDOK BETUNG DENGAN MENGGUNAKAN MS.PROJECT Ir. Sudarwati, MM (-) Mek. Bahan
42 BUDI DERMAWAN 2015731150050 ANALISIS BIAYA DAN WAKTU METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN SALURAN BETON PRECAST ON SITE DAN SALURAN BETON KONVENSIONAL PADA PROYEK POS LINTAS NEGARA ENTIKONG Ir. Sudarwati, MM OKE
43 CAECILIA PATRICIA YOLANDA 2015731150051 PERANCANGAN PERLUASAN APRON NSA DI TERMINAL 1 BANDARA SOEKARNO-HATTA Ir. Sudarwati, MM OKE
44 MUHAMMAD MUGHNY HALIM 2015731150073 PERANCANGAN KADAR ASPAL OPTIMUM PADA LAPIS AUS (AC-WC) PROYEK PEMELIHARAAN JALAN TOL CAWANG-TOMANG-CENGKARENG Ir. Sudarwati, MM OKE
46 UMAMUL HUSEN 2015731150091 ANALISIS PERKERASAN LAPANGAN PARKIR KENDARAAN DI LOKSI M-1 BANDARA SOEKARNO-HATTA Ir. Sudarwati, MM OKE
47 RIZALDY FEBRIYANTO 2012731150175 ANALISIS BIAYA PELAT LANTAI SISTEM HOLLOW CORE SLAB (HCS) DENGAN PELAT LANTAI KONVENSIONAL PADA BANGUNAN SECONDARY BUILDING PT. HM SAMPOERNA PROJECT KARAWANG Ir. Sudarwati, MM (-) Man.Kon, Etika Profesi
48 RUDDY HADI PRIANSAH 2012731150141 PERBAIKAN TANAH DASAR DENGAN METODE CTRB PADA JALAN MALINGPING – BAYAH KAB. LEBAK Ir. Sudarwati, MM OKE
49 BAMBANG PURWANTO AGUS SAPUTRO 2015731150044 BELUM PROPOSAL
50 BENN HUDSON 2015731150046 BELUM PROPOSAL
51 DEVI APRILIA SARI 2015731150054 BELUM PROPOSAL
52 ERWIN PARLINDUNGAN 2015731150057 BELUM PROPOSAL
53 FARIS WIDYANTO 2015731150059 BELUM PROPOSAL
54 FERNANDO TUA BUTAR BUTAR 2015731150061 BELUM PROPOSAL
55 ICHSAN ADITYA 2015731150066 BELUM PROPOSAL
56 KURNIAWAN BIMA PRAKOSO 2015731150070 BELUM PROPOSAL
57 NATAL GUNANTA PURBA 2015731150075 BELUM PROPOSAL
58 SHINTA RATNA AFIANINGRUM 2015731150083 BELUM PROPOSAL
59 SIDIQ DWI SAPUTRA 2015731150084 BELUM PROPOSAL
60 SULARNO 2015731150087 BELUM PROPOSAL
61 TRI ASTUTI PRASANTI 2015731150089 BELUM PROPOSAL
62 VIDIA WIDIASTUTI WIYONO 2015731150092 BELUM PROPOSAL
63 WAHYU BAGUS SETIYAWAN 2015731150093 BELUM PROPOSAL
64 WAHYU BAGUS SETIYONO 2015731150094 BELUM PROPOSAL
65 YANUAR WIDYARSA 2015731150096 BELUM PROPOSAL

 

AlQuran dan bukti kebenaran sekarang


Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah  yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

Diselamatkannya Jasad Fir’aun

A092

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]

So today We will save you in body that you may be to those who succeed you a sign. And indeed, many among the people, of Our signs, are heedless

Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

 

A022

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

And We send the fecundating winds, then cause the rain to descend from the sky, therewith providing you with water (in abundance), though ye are not the guardians of its stores

Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia

A001

A002A003

A004A006

 

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.  dalam 3 sampai 9 tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Demikian dijanjikan Allah. Allah tidak pernah mengubah janjiNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya)” (Al Qur’an, 30:1-4)

Alif, Lam, Meem.

The Byzantines have been defeated.

In the nearest land. But they, after their defeat, will overcome.

Within three to nine years. To Allah belongs the command before and after. And that day the believers will rejoice.

In the victory of Allah . He gives victory to whom He wills, and He is the Exalted in Might, the Merciful.

[It is] the promise of Allah . Allah does not fail in His promise, but most of the people do not know.

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

 

Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan

Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.

Sumber:

Harun Yaya

Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab